Apa Yang Diketahui YouTuber Sukses (Tapi Tidak Kamu Ketahui)
Ada jurang besar yang memisahkan YouTuber sukses dengan pemula.
Kenapa ada yang berkembang sementara yang lain tidak bergeming sama sekali? Ini bukan hanya soal keberuntungan. Data menunjukkan bahwa kurang dari 0.7% channel YouTube yang berhasil mencapai 100 ribu subscribers.
Sangat banyak pula YouTuber yang tidak mampu mencapai syarat monetisasi.
Apa yang dilakukan YouTuber besar, tapi selalu diabaikan oleh pemula?
Banyak YouTuber besar memiliki tim — video editor, desainer grafis, strategist, scriptwriter. Tapi beberapa dari mereka juga memulai sendirian.
Bagaimana mereka bisa berkembang?
Mereka memahami satu skill penting yang meningkatkan engagement, durasi tonton, dan jam tayang. Jam tayang adalah faktor utama yang diperhatikan algoritma di YouTube dalam merekomendasikan konten.
Skill itu adalah kemampuan menulis dan bercerita.

Kenapa Menulis Itu Penting Bagi YouTuber?
Cerita adalah cara manusia dalam memahami dunia.
- Kita bercerita ke keluarga dan teman
- Kita mengonsumsi cerita dari media
- Kita sering penasaran dengan cerita selanjutnya
Melalui cerita, manusia bisa terhubung satu sama lain.
Tapi tidak semua cerita menarik. Jika cerita yang kita sampaikan membosankan, orang tidak akan mendengarkan. Ini sebabnya menulis adalah skill yang harus dimiliki YouTuber.
Dengan menulis, kita bisa:
- Menyampaikan informasi dengan jelas
- Membangun koneksi emosional dengan audiens
- Membuat konten lebih engaging
Banyak yang berpikir, “Kan ada AI! Ngapain belajar nulis?”
Masalahnya, YouTube tidak menyukai script 100% AI. Terlebih jika digabung dengan text-to-speech, channel bisa terkena pelanggaran konten berulang.
Itulah sebabnya kreator besar seperti MrBeast masih menggunakan scriptwriter manusia untuk membuat videonya.
Dari yang saya ketahui, tim penulis MrBeast bertugas menulis premis video, dan menemukan berbagai hal menarik berdasarkan premis tersebut. Tidak semua bagian video menggunakan script kata-per-kata, kecuali di bagian hook dan bagian yang memerlukan voice over.
Struktur Konten YouTube Yang Menarik
Struktur sederhana: Awal – Tengah – Akhir.
Baik untuk video pendek atau panjang, bagian awal (hook) adalah segalanya. Jika audiens tidak tertarik di beberapa detik pertama, mereka tidak akan melanjutkan nonton. Tentunya, hal ini mempengaruhi perolehan retensi dan jam tayang.
Maka dari itu, kita harus mencari dulu premis konten yang menarik.
Cara Membuat Premis Yang Kuat
Premis adalah inti cerita yang bisa dirangkum dalam satu atau dua kalimat.
Contoh premis yang buruk: Seorang YouTuber liburan ke Bali.
Gak menarik, kan? Sudah terlalu umum, kecuali YouTuber yang liburan itu adalah orang terkenal. Tapi lain halnya jika ada hambatan atau konflik.
Premis yang lebih baik: Seorang YouTuber lupa booking hotel saat liburan ke Bali dan terpaksa menginap di rumah warga.
Tambahan konflik atau masalah membuat audiens lebih penasaran.
Bagaimana dengan konten edukasi seperti tutorial?
Untuk konten edukasi, gunakan pendekatan:
- Karakter: Target audiens
- Tujuan: Solusi yang ditawarkan
- Hambatan: Masalah yang dialami audiens
Catatan: Untuk video hiburan, karakter adalah orang yang ada di video. Sedangkan untuk video edukasi, karakternya adalah target audiens.
Gunakan Struktur “Man in a Hole” Untuk Konten Hiburan
Man in a Hole adalah struktur klasik dari banyak cerita:
- Zona nyaman: Awal yang normal.
- Pemicu: Masalah atau konflik yang muncul.
- Krisis: Serangkaian kejadian yang diakibatkan oleh pemicu. Di bagian ini karakter berada dititik terendah.
- Pemulihan: Karakter mulai bangkit.
- Resolusi: Pembelajaran yang diperoleh.
Buat yang sering nonton film atau dengerin cerita, pasti akrab dengan struktur man in a hole di atas.
Gunakan PAS Framework Untuk Konten Edukasi
PAS framework adalah salah satu formula copywriting yang terdiri dari:
- Problem: deskripsikan masalah utama yang dialami target audiens, di mana solusi dari masalah tersebut akan dijelaskan di video.
- Agitate: buat masalahnya agar terdengar lebih menyakitkan sehingga terasa emosional bagi audiens. Gunakan empati, dan jelaskan dampak yang bisa terjadi jika masalah tidak diselesaikan.
- Solution: Tawarkan solusi praktis, dan jelaskan secara langkah-demi-langkah agar mudah untuk dipahami audiens.
Di bagian akhir, call-to-action bisa disertakan jika ingin meminta audiens untuk melakukan sesuatu.
Pentingnya “Hook” Dalam Memancing Rasa Ketertarikan Audiens
Walaupun sudah memiliki struktur menarik, kita harus meyakinkan audiens di bagian awal. Di sinilah pentingnya peranan hook, yaitu umpan yang memikat audiens agar mau melanjutkan.
Bagaimana merangkai hook yang menarik untuk YouTube?
Saya pernah menjelaskan cara merangkai hook menarik, baik untuk konten hiburan maupun edukasi. Tidak hanya itu, saya pun menyertakan beberapa contoh hook dari video-video viral.
Silahkan klik untuk menonton videonya:
Kesimpulan
Menulis bukan hanya skill tambahan, tapi fondasi utama bagi YouTuber.
Jika kamu ingin berkembang sebagai kreator, kuasai cara menyusun narasi, storytelling, dan membuat hook yang kuat.
Mulailah dengan menulis lebih banyak, karena YouTuber sukses bukan hanya mereka yang bisa membuat video, tapi mereka yang bisa bercerita.
Untuk langkah berikutnya:
1. Sistem Satu Orang: Blueprint realistis untuk membangun bisnis digital tanpa modal besar, dirancang untuk orang yang bekerja sendiri—dari rumah, dengan waktu dan energi terbatas → Cocok kalau kamu ingin sistem jangka panjang, bukan tips acak.
2. Newsletter Mingguan: Gabung dengan 4500+ pelanggan untuk belajar tentang membangun income digital sambil tetap punya hidup. Dikirim setiap Sabtu pagi, tanpa spam, tanpa hype.
3. Video di YouTube (Last Minute Creator): Pembahasan yang lebih konkret dan visual: sistem, tools, dan real case → Cocok kalau kamu lebih suka belajar lewat video..
