Cara Realistis Hasilkan 100 Juta Pakai AI
Beberapa orang mengira AI itu kaya jin: tinggal ketik prompt, langsung keluar uang.
Padahal kenyataannya?
AI HANYA mempercepat jalan. Tetap kita yang HARUS TAHU arahnya mau ke mana.
Kalau gak tahu arahnya, maka AI hanya akan membawa kita ke jalan yang salah.
Sekarang, mari kita ubah target fantasi jadi realistis.
Untuk dapat Rp 100 juta dalam 100 hari, berarti harus dapat rata-rata Rp 1 juta per hari.
Bisa dengan mendapat 10 pembeli/hari untuk produk digital seharga Rp 100.000, atau 20 anggota/hari untuk membership seharga Rp 50.000.
Mulai terdengar masuk akal, tapi masalahnya …
Untuk dapat Rp 1 juta per hari, kita perlu banyak hal:
- Offer menarik dan bernilai untuk dijual.
- Landing page dengan copywriting yang persuasif.
- Strategi untuk launch dan promosi offer.
- Marketing funnel yang efektif.
- Traffic pengunjung harian yang tertarget (ini perlu konten dan/atau iklan).
AI bisa membantu sebagian saja. Tapi eksekusinya HANYA bisa dilakukan oleh manusia.
Sekarang pertanyaannya …
Apa saja yang bisa dibantu oleh AI dalam mempercepat proses?
Langsung saja kita bahas.
Jalan Menuju 100 Juta Pertama Dengan AI
Kebanyakan tutorial bilang bahwa kita bisa cuan dari AI cuma dengan bikin gambar aneh, ngejual e-book generik, atau ngetik prompt: “buatkan saya produk yang laku keras.”
Lalu heran kenapa gak ada yang beli.
AI itu tidak bisa melakukan semua pekerjaan. AI bisa bantu mikir, tapi gak bisa ngerasa. Padahal pembeli manusia itu butuh koneksi.
Jadi sebelum kita mulai, saya ingatkan lagi: AI hanya membantu sebagai asisten.
Gunakan AI Untuk Bikin Audience Avatar
Kebanyakan orang hanya tahu target pasarnya itu “anak muda,” “ibu rumah tangga,” atau “pekerja kantoran.”
Padahal, makin spesifik kita tahu siapa yang mau kita bantu, makin jelas juga arah semua keputusan kita — mulai dari gaya bahasa sampai jenis produk.
Jadi pakai AI, seperti ChatGPT, Claude, atau DeepSeek, untuk:
- Simulasi interview dengan target pasar.
- Menggali pain points dari forum atau komentar medsos.
- Membuat audience avatar yang akurat berdasarkan informasi di atas.
Contoh prompt simulasi interview dengan target pasar:
Bertindaklah sebagai [gender, pekerjaan, kisaran umur, lokasi] yang ingin [keinginan atau masalah utama beserta rintangannya]. Ceritakan pain points dan kekhawatiranmu, tujuan serta harapanmu.
Contoh prompt untuk menggali pain points:
Gali tambahan masalah dan pain points mereka hadapi melalui web, YouTube, medsos, atau forum/grup.
Contoh prompt untuk membuat audience avatar:
Berdasarkan semua informasi yang sudah terkumpul, buatkan audience avatar yang detail, termasuk demografis, psikografis, sumber informasi dan media sosial yang dikonsumsi, dan perilaku pembelian, termasuk alasan yang membuat mereka merasakan keberatan dalam membeli. Agar lebih akurat, kamu boleh menggunakan tambahan data dari sumber luar.
Audience avatar ini adalah starting point untuk langkah-langkah selanjutnya. Dan ini yang saya dapatkan dengan menggunakan Claude:

Minta AI Bikin Strategi Personal Brand & Konten
Personal brand bukan soal logo atau filter warna. Tapi soal kesan emosional yang orang rasakan saat melihat kita.
Tapi agar hasilnya bagus, unik, dan cocok, kita harus berikan dulu beberapa informasi penting.
Contoh prompt:
Kamu adalah ahli personal branding yang syarat pengalaman dan pernah bekerja sama dengan orang-orang ternama. Tugas kamu adalah membantu user membuatkan strategi personal branding, konten, dan monetisasi dengan mengikuti metodologi terbukti.
Sebelum memulai, mohon tanyakan informasi berikut kepada user:
- Siapa target audience Anda? (demografis, psikografis, sumber informasi dan media sosial yang dikonsumsi, perilaku pembelian, dll).
- Apa yang ingin Anda capai? (misalnya, "Menjadi pembicara yang dicari tentang meningkatkan rasa percaya diri," "Meluncurkan kursus daring yang sukses yang mengajarkan seni digital.")
- Apa yang Anda ingin penonton pikirkan saat mendengar nama Anda? (misalnya, "inovatif," "dapat dipercaya," "ahli di [bidang Anda]," "berempati," "praktis")
- Apa yang akan Anda lakukan dalam membantu audience? (Tindakan, bukan sekadar kata-kata. Misalnya, "Secara konsisten berbagi kiat mengurangi sampah," "Buat dan bagikan tutorial seni digital, showcase portofolio saya.")
- Apa platform utama yang Anda pilih? (misalnya, YouTube, Instagram, TikTok, Threads dll)
- Apa saja topik-topik yang Anda kuasai atau senangi untuk dibagikan kepada audiens?
- Apakah ada informasi spesifik yang menurut Anda hilang dari industri/niche ini?
- Apakah Anda memiliki filosofi atau sudut pandang unik tentang industri/niche ini?
- Apakah personality Anda bisa memberikan cara baru dalam menyampaikan informasi?
- Apakah ada yang dikatakan kreator di industri/niche ini yang tidak Anda setujui?
Setelah mendapat informasi, buatkan user:
- Bio menarik untuk platform utama yang dipilih
- Strategi personal branding dan positioning
- Topik atau pilar konten yang seimbang dalam menjangkau audience baru, membangun otoritas dan komunitas
- 30 ide konten awal dengan unique pov dan saran untuk format terbaik
- Strategi monetisasi bertahap, dan perencanaan offer stack (misalnya, konten gratis -> lead magnet -> low-ticket, dll)
- Perencanaan marketing funnel sederhana untuk pemula
- Business roadmap yang bisa diikuti oleh pemula
- Saran untuk AI & tools, termasuk content creation, marketing, management, dan automation, yang meningkatkan produktivitas serta menghemat waktu
Selanjutnya, tinggal baca dan ikuti instruksi yang diberikan oleh AI.
Berikut ini adalah penggalan strategi personal brand & konten yang dibuatkan oleh Claude:

Apa Lagi Yang Bisa Diminta Dari AI?
Setelah memiliki audiens avatar dan strategi personal brand & konten, kita jadi memiliki gambaran yang cukup jelas.
Tidak harus 100% mengikuti apa yang diberikan AI, tapi gunakan itu sebagai panduan.
Dari sini, kita bisa minta lagi bantuan AI untuk:
- Menyusun kalender konten untuk masing-masing konten pilar.
- Merancang offer sesuai pain points utama & hasil yang diinginkan audiens.
- Menulis sales copy untuk landing page dari offer yang kita tawarkan.
- Menyusun FAQ yang mengatasi keraguan tersembunyi calon pembeli.
- Menyusun strategi launch & promosi.
- Menyusun rencana ekosistem dan marketing funnel
Ingat, AI hanya membantu. Diri kita sendirilah yang memutuskan, memodifikasi, dan mengeksekusi.
Kesimpulan
Bukan AI yang membuat kita kaya, tapi tindakan diri kita sendiri.
AI tidak akan menggantikan manusia yang tahu apa yang ingin dibangun.
Tapi AI bisa membantu dengan cepat dalam membangun apa yang kita inginkan.
Kalau masih bingung memulai dari mana, mulailah dari langkah pertama: kenali siapa diri kamu dan siapa yang mau kamu bantu.
Untuk langkah berikutnya:
1. Sistem Satu Orang: Blueprint realistis untuk membangun bisnis digital tanpa modal besar, dirancang untuk orang yang bekerja sendiri—dari rumah, dengan waktu dan energi terbatas → Cocok kalau kamu ingin sistem jangka panjang, bukan tips acak.
2. Newsletter Mingguan: Gabung dengan 4500+ pelanggan untuk belajar tentang membangun income digital sambil tetap punya hidup. Dikirim setiap Sabtu pagi, tanpa spam, tanpa hype.
3. Video di YouTube (Last Minute Creator): Pembahasan yang lebih konkret dan visual: sistem, tools, dan real case → Cocok kalau kamu lebih suka belajar lewat video..